Jangan Salah Obat! Ini Jenis Sakit Kepala Yang Harus Di Ketahui
Sakit kepala membuat siapa saja menjadikan kondisi tubuh tidak dapat melakukan apapun. Apalagi jika saktit kepala tersebut terjadi secara terus-menerus.

Jenis sakit kepala yang harus di ketahui
Sakit kepala yang terjadi secara terus-menerus atau kronis, juga bisa disebut sebagai salah satu jenis sakit kepala berkepanjangan. Kondisi itu ditandai dengan sakit kepala yang terjadi secara berlangsung lama minimal 15 hari dalam satu bulan atau yang terjadi selama tiga bulan berturut-turut.
Berdasarkan dari penyebabnya, sakit kepala kronis atau terus menerus dikelompokkan menjadi dua, yaitu sakit kepala kronis primer, yaitu sakit kepala murni terjadi tanpa adanya penyakit dasar lain yang memicu terjadinya sakit kepala, dan sakit kepala kronis non-primer, yaitu sakit kepala kronis yang disebabkan atau dipicu oleh penyakit lain.
Mengenali Gejala yang Timbul
Banyak kasus terjadi pada penderita sakit kepala kronis primer yang tidak diketahui penyebabnya. Namun, sakit kepala kronis non-primer tbeerdapat berapa kemungkinan penyebab, antara lain infeksi, tumor otak, peradangan atau gangguan pembuluh darah otak, cedera dan gangguan tekanan pada otak.
Beberapa jenis sakit kepala terus-menerus yang umum dikeluhkan yang harus diketahui, antara lain :
1. Sakit kepala tegang kronis
Sakit kepala jenis tegang kronis ditandai dengan adanya gejala rasa sakit yang menekan pada dua sisi kepala. Intensitasnya mulai dari tingkat ringan hingga menengah. Sakit kepala tegang yang terjadi secara kronis bisa terjadi tanpa pemicu oleh aktivitas fisik. Sebagian orang mengalami tanda-tanda sakit kelapa tengang kronis ketika terjadi peningkatan sensitivitas di kepalanya apabila disentuh.
2. Migren kronis
Migrain jenis ini umumnya terjadi pada seseorang yang pernah mengalami migrain sebelumnya. Dapat dikenali dengan gejala berupa sakit kepala pada satu atau dua sisi kepala, sensasi berdenyut, dan kemungkinan menyebabkan rasa sakit menengah sampai sakit luar biasa. Migrain kronis dapat dipicu oleh aktivitas fisik rutin. Kondisi ini juga mungkin diiringi dengan mual, muntah, dan sensitif terhadap suara serta cahaya.
Sakit kepala yang baru timbul dan terjadi terus-menerus
Sakit kepala jenis ini biasa muncul mendadak. Dengan gejala sakit kepala yang menekan atau kepala terasa mengencang. Rasa sakitnya mulai dari ringan hingga menengah, tanpa dipengaruhi oleh aktivitas tertentu. Umumnya terjadi selama tiga hari berturut-turut pada serangan pertama.
Hemicrania continua
Ditandai dengan sakit kepala di salah satu sisi kepala, tiap hari secara terus-menerus dengan intensitas yang naik turun. Bisa diiringi dengan gejala mata berair atau merah pada sisi yang terasa sakit, hidung tersumbat atau berair, menurunnya kelopak mata atau pembesaran pupil mata dan merasa lelah. Sakit kepala ini biasanya akan menjadi lebih parah, dengan munculnya gejala-gejala mirip migrain.
Sakit kepala berulang (rebound headaches)
Sakit kepala ini merupakan akibat dari penggunaan obat pereda nyeri berlebihan. Penggunaan obat pereda nyeri dalam jangka waktu lama ataupun obat ergotamine untuk mengobati migrain yang dihentikan tiba-tiba, kemungkinan akan memicu sakit kepala rebound.
Sakit kepala akibat peningkatan tekanan intrakranial (di dalam rongga kepala)
Dapat dipicu oleh tumor otak, kista atau volume cairan otak yang meningkat sehingga tekanan di kepala meningkat. Gejalanya berupa sakit kepala yang muncul secara tiba-tiba, parah serta diiringi gejala gangguan saraf lain seperti muntah, kejang-kejang dan gangguan penglihatan. Namun sering kali diawali dengan sakit kepala konstan selama beberapa waktu pada saat tekanan di dalam rongga kepala meningkat secara bertahap sebelum akhirnya menimbulkan gejala-gejala di atas.
Sindrom pascatrauma.
Sakit kepala terus-menerus kemungkinan terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama setelah trauma kepala.
Sakit kepala akibat usia lanjut Umumnya dialami pasien di atas usia 60 tahun, yang dipicu oleh tekanan bola mata yang meningkat atau disebut glaukoma, baru sembuh dari infeksi herpes, penyakit pembuluh darah seperti arteritis sel raksasa atau alasan psikologis.
Apa yang Harus Dilakukan?
Sebagaimana mengatasi sakit kepala sebelah kiri, sakit kepala sebelah kanan dan sakit kepala bagian belakang, untuk mengatasi sakit kepala terus-menerus, perlu dilakukan pemeriksaan menyeluruh. Hal itu diperlukan untuk menentukan pemicu sakit kepala, apakah karena gangguan saraf atau infeksi. Anda juga akan dimintai penjelasan mengenai riwayat sakit kepala yang dirasakan. Jika penyebabnya belum jelas, dokter dapat melakukan CT-scan atau MRI.
Kemungkinan dokter Anda perlu bekerjasama dengan spesialis, seperti neurolog atau psikiater, untuk menemukan penyebabnya dan menegakkan diagnosis. Pada sebagian kasus, terdapat kemungkinan sakit kepala konstan membutuhkan pengobatan jangka panjang.
Yang juga perlu diperhatikan adalah para penderita sakit kepala terus-menerus juga berisiko mengalami gangguan lain. Misalnya kecemasan, gangguan tidur, depresi, serta gangguan fisik dan psikologis lainnya.
Jangan remehkan sakit kepala terus-menerus yang Anda alami. Segera konsultasikan dengan dokter jika sakit kepala yang Anda alami tidak segera mereda.
Comments
Post a Comment